Dae-woong berlari untuk memberikan jaminan pada Hye-in kalau Mi-ho
bukan pacarnya. Byung-soo memandangi Dae-woong dengan tatapan khawatir
dan para wanita yang ada disana terlihat tidak nyaman dengan situasi
yang kaku ini.
Hye-in dengan tajam berkata kalau dia tidak punya hak untuk kesal
pada Dae-woong karena mempunyai pacar baru dan diapun pergi. Dae-woong
terpukul dan mengejar Hye-in untuk memberikan penjelasan. Dia mengatakan
fakta setengah benar untuk membuat Hye-in tenang.
Cerita Dae-woong: dia pergi ke desa untuk membebaskan diri dari
kebosanan dan Mi-ho yang menjaganya selama dia disana. Karena Mi-ho
punya nenek yang keras jadi dia mengikuti Dae-woong ke Seoul. Hal ini
sama sekali tidak disadari Dae-woong sampai dia ada disini. Dae-woong
merasa kasihan pada Mi-ho karena dia tidak kenal siapa2 di Seoul.
Tambahan, Mi-ho sudah menolongnya waktu dia ada di desa.
Hy-in mendesah karena ternyata Mi-ho memanfaatkan Dae-woong untuk
kepentingan pribadinya. Tapi setidaknya, hal ini mambuat Dae-woong lega
karena Hye-in tidak berpikir negative tentang hubungannya dengan Mi-ho.
Sementara itu, Byung-soo merasa sangat kecewa pada perlakukan
Dae-woong terhadap pacarnya di depan Hye-in. Mi-ho, yang berasal dari
masa lampau, tidak langsung mengerti apa artinya ‘pacar’ tapi dia
menebak kalau ‘pacar’ artinya ‘orang yang diinginkan agar menjadi
pasangan’ dan dari reaksi Dae-woong, Mi-ho sadar kalau pemuda itu tidak
ingin menjadikan dirinya pasangannya. Lalu, Mi-ho bergumam kalau dia
juga tidak mau menjadikan Dae-woong pacarnya.
Byung-soo memaksa Mi-ho untuk melakukan sesuatu dan tidak membiarkan
Dae-woong mengejar Hye-in, yang semua orang tahu disukai Dae-woong. Pada
pernyataan itu, Mi-ho berteriak dengan kaget, “Tidak! Dia tidak bisa
melakukan itu!” Mi-ho lalu bergegas untuk bertindak. Byung-soo mendoakan
Mi-ho agar dia beruntung.
Dae-woong senang karena bisa menemani Hye-in makan siang tapi Mi-ho
mendekat. Sikap Hye-in yang santai berubah menjadi licik saat melihat
rivalnya datang. Dae-woong berlari untuk memperingatkan Mi-ho untuk
menjauh saat dia sedang makan siang tapi Mi-ho langsung ke poin
pembicaraannya: “Apa kau menyukai wanita itu? Apa kau akan berpasangan
dengannya?”
Dae-woong protes dan bertanya apakah Mi-ho cemburu. Mi-ho menyentuh
dada Dae-woong dan berkata kalau Dae-woong tidak bisa membawa manik2
serigalanya lagi dan berbagi energi (ki) dengan wanita lain sebab hal
itu akan menyakiti manik2 serigala Mi-ho. Dae-woong bertanya apa artinya
berbagi energi dan langsung mendapatkan jawaban dari Mi-ho:
“Berpasangan.” Mi-ho tidak akan mengijinkan Dae-woong pergi dengan
Hye-in. Apalagi karena Mi-ho melihat kalau Dae-woong tidak hanya akan
membagi energinya bersama Hye-in tapi dia juga akan memberikan seluruh
jiwanya pada wanita itu.
Mi-ho memutuskan kalau dia harus pergi bersama Dae-woong atau
Dae-woong harus mengembalikan manik2 serigalanya. Pilihan yang buruk.
Jadi Mi-ho menyederhanakan lagi pilihannya, “Jika kau pergi, kau mati.”
Karena lelah menunggu, Hye-in menjadi kesal dan memutuskan untuk pergi.
Dia mengabaikan Dae-woong yang mengejar mobilnya.
Dengan masam, Dae-woong bisa melihat garis perak dari dicampakkan
oleh Hye-in: akan lebih memalukan memberitahukan Hye-in kalau dia tidak
bisa pergi dengannya. Jadi lebih baik bila Hye-in yang pertama
meninggalkannya. Mi-ho menjadi gembira pada hal ini dimana Dae-woong
tidak akan pergi dengan Hye-in.
Dae-woong balik membentak Mi-ho tapi Mi-ho berkata dengan nada
terluka kalau dia hanya ingin menyelamatkan Dae-woong, “Aku ingin
menyelamatkanmu dari penderitaan. Jadi aku memberikanmu manik2
serigalaku yang paling berharga.” Dae-woong merasa ditikam oleh rasa
sesal dan berkata kalau dia merasa kesal karena harga dirinya telah
dihancurkan. Dae-woong: “Aku menjadi kesal tidak akan menyelamatkan
manik2mu jadi tolong menjauhlah dariku dan tinggalkan aku.”
Mi-ho lapar lagi tapi dia menyangka kalau meminta daging lagi pada
Dae-woong hanya akan membuat Dae-woong lebih marah padanya. Dia
bertanya-tanya apakah mood jelek Dae-woong karena dia tidak mau
membelikannya makanan dan mengikutinya dalam jarak dekat. Mi-ho
kelaparan tapi tidak mau mengganggu Dae-woong agar memberinya makanan.
Dong-joo, sang pemburu Gumiho, menyaksikan semua ini dari kejauhan.
Rambutnya keren banget.
Di sisi lain kota, bibi Min-sook diminta untuk membawa Dae-woong
pulang ke rumah dengan paksaan bila perlu. Jadi bibi pergi ke sekolah
laga dimana pria misterius yang pernah menyelamatkannya menjalankan
bisnis. Nama pria itu adalah Ban Doo-hong. Min-sook masuk tepat ketika
seorang stunt dilatih dan stunt itu jatuh dari lantai dua. Bergerak
cepat, Doo-hong langsung meluncur ke depan untuk menyelamatkan Min-sook.
Mereka saling mengenali.
Pada percakapan yang terjadi, Min-sook memastikan apakah wanita muda
yang dilihat Min-sook bersamanya adalah anak perempuan Doo-hong. Bibi
kegirangan waktu mendengar kalau Doo-hong adalah single father dan
melakukan tarian kegembiraan setelah tahu Doo-hong masih single. Di
pihak lain, Doo-hong masih berpikir kalau Min-sook sudah punya pasangan
dan berkata pada dirinya untuk melupakannya saja.
Ini memberikan motif tersembunyi pada bibi untuk mengatakan pada
kakek Dae-woong (ayahnya) kalau mereka harus membiarkan Dae-woong
sendiri untuk beberapa saat. Ketimbang menyeret Dae-woong pulang ke
rumah, bibi akan memastikan untuk memeriksa keadaan Dae-woong. Setiap
hari kalau perlu.
Di dalam bus, Dae-woong duduk sejauh mungkin dari Mi-ho dan melirik
ketika Mi-ho tergiur memandangi iklan daging sebuah restoran. Mi-ho
memandangi Dae-woong tapi Dae-woong pura-pura tidak melihat dan malah
mengirimi Hye-in sms permintaan maaf: ‘tolong terima permintaan maafku.’
Mi-ho melihat dua orang duduk di depannya: seorang ibu memberitahu
putrinya kalau dia baru saja akan ‘memakan’ putrinya itu. Mi-ho
bertanya-tanya kenapa seorang wanita ingin memakan anaknya dan ketika
gadis kecil itu menengadah melihat Mi-ho, dia bercanda kalau dia mungkin
akan memakan gadis itu. Dae-woong melihat Mi-ho mengangkat tangan anak
gadis itu seolah-olah dia akan menggigit. Dia panik dan menarik Mi-ho
keluar bus.
Mi-ho berkata dia sedang meniru sikap ibu gadis itu. Dia juga
mengingatkan Dae-woong kalau dia tidak makan manusia. Merasa malu,
Dae-woong sadar kalau dia sudah bersikap berlebihan. Sampai akhirnya
Mi-ho berujar, “Jika aku lapar, apakah aku akan makan anjng kecil? Aku
akan memakan sesuatu yang lebih besar seperti kau.”
Sayangnya, Dae-woong meninggalkan hp-nya di dalam bus. Dia meminta
orang asing yang lewat agar meminjamkannya hp dan selagi Dae-woong
memohon pada orang asing yang ditemuinya, Mi-ho berlari mengejar bus
itu. Ketika Dae-woong memakai hp orang asing untuk menelpon hp-nya,
sambil berharap seseorang akan mengangkatnya, dia malah mendengar suara
Mi-ho di seberang sana. Mi-ho sudah berusaha melacak bus itu dan
membawakan hp Dae-woong kembali.
Dae-woong mendapatkan sms balasan dari Hye-in yang setuju untuk
menerima permintaan maafnya. Tapi kalimat Hye-in terlihat agak angkuh.
Dae-woong yang masih kena sihir Hye-in sangat gembira. Di sisi lain,
Mi-ho bangga pada dirinya sendiri karena telah melakukan hal yang
berguna dan berkata, “Dae-woong kali ini kau senang karena aku, benar
kan?”
Dae-woong melihat kalau Mi-ho kehabisan nafas. Dia sedikit terkejut
karena ternyata gumiho mengalami reaksi fisik yang sama seperti manusia.
Mi-ho menjelaskan, karena Dae-woong yang membawa manik2nya, maka dia
mengalami kelelahan fisik lebih besar dari biasanya. Dae-woong akhirnya
mengerti dan berkata, “Manik2 itu benar2 sangat penting buatmu.”
Mi-ho berkata kalau manik2 itu memang sangat berharga untuknya tapi
Dae-woong tidak menyadarinya karena dia tidak bisa merasakan manik2 itu
seperti yang Mi-ho rasakan. Jadi Mi-ho merangkul Dae-woong ke dalam
pelukannya dan meminta Dae-woong untuk memperhatikan. Akhirnya Dae-woong
bisa merasakan dorongan manik2 itu. Dae-woong juga akhirnya mengerti
kalau Mi-ho adalah makhluk yang berbeda – bahkan perjalanan waktu
berbeda pada saat itu.
Mi-ho berulang-ulang berkata kalau Dae-woong memiliki bagian penting
darinya di dalam diri pemuda itu dan meminta, “Berjanji padaku kalau kau
akan memperlakukan benda itu dengan baik dan menjamin kalau itu tidak
akan terluka.” Dae-woong berjanji. Malam itu, Dae-woong terjebak di
rumah. Dia tidak bisa memenuhi undangan temannya untuk berpesta. Dia
mendesah, “Kemana hidupku berjalan? Selagi Mi-ho bersamaku, aku tidak
bisa melakukan apa2!”
Hye-in tiba selagi Mi-ho sedang tidur jadi Dae-woong mengendap-endap
keluar untuk bicara dengan Hye-in di luar. Dengan adanya saingan seperti
Mi-ho, Hye-in meminta Dae-woong untuk mengungkapkan perasaannya pada
dirinya sekarang juga. Hye-in bahkan menyemangati Dae-woong – memeluknya
dan memegang tangannya – untuk membuat Dae-woong mengungkapkan
perasaannya.
Dae-woong menyerah pada godaan itu dan mencondongkan badan untuk
berciuman… sampai akhirnya, dia membayangkan Mi-ho memperingatkannya
dengan keras kalau dia tidak bebas melakukan hal2 semacam itu. Dalam
bayangan Dae-woong, Mi-ho menggeram, “Aku sudah mengatakan padamu untuk
tidak berpasangan!” Dan Dae-woong pun bangun dari mimpi buruknya.
Mi-ho akhirnya mengerti masalah uang itu dimana hal itu menyebabkan
masalah daging. Dia juga mengerti tentang promosi yang dilakukan penjual
daging ayam dimana bila 10 kupon bukti pembelian di toko itu bisa
ditukar dengan satu makan gratis. Mereka baru punya 8 jadi Mi-ho menuju
ke tong sampah di pinggir jalan untuk mendapatkan yang lain.
Dalam perjalanan Mi-ho kesana, dia berlari kencang di sebuah mobil,
dan mobil itu langsung menabraknya ketika mobil itu akan berhenti di
tepian. Di dalam mobil itu ada Doo-hong yang bertanya pada Mi-ho apakah
dia baik2 saja. Mi-ho menemukan kupon di dalam tong sampah tapi hembusan
angin membuat kupon itu terbang ke udara. Jadi Mi-ho melompat ke atas
pohon untuk mengambil kupon itu.
Doo-hong yang terpesona tidak dapat mempercayai matanya saat Mi-ho
melompat dari satu cabang pohon ke cabang pohon yang lainnya untuk
mengambil kupon itu. Sebagai sutradara film laga yang sedang melakukan
casting untuk sebuah proyek baru, kemampuan fisik seperti itu sangatlah
mengesankan. Apalagi hal itu dilakukan tanpa tali atau tipuan. Akhirnya,
Doo-hong menemukan pahlawan yang dia cari selama ini.
Hari audisi untuk Dae-woong. Dia meminta pendapat Mi-ho tentang kaus
yang dia kenakan. Mi-ho memilih yang berwarna coklat: “Itu adalah warna
sapi!” Dengan kesal, Dae-woong menarik kaus-nya yang lain dan bertanya,
“Jadi apakah ini warna babi (pink) dan ini ayam (kuning)?”
Tanpa ekspresi apa2, Mi-ho setuju dan menyusun kaus2 itu untuk
dinilau sesuai seleranya: yang pertama adalah warna sapi, yang kedua
babi dan yang ketiga ayam. Mi-ho menyuruh Dae-woong untuk mengenakan
warna sapi yang langsung dijawab dengan cepat oleh Dae-woong kalau dia
akan memakai warna rumput agar tidak membuat selera makan Mi-ho muncul.
Saat Dae-woong berangkat untuk ikut audisi, kakek tiba dan
mendengarkan percakapan antara Dae-woong dan Mi-ho. Kata2 Dae-woong
(kalau dia akan berusaha keras untuk tetap membuat Mi-ho makan daging
sapi) mempunyai makna yang berbeda di telingan kakek. Khususnya saat
Dae-woong mengumumkan kalau semua ini ‘untuk mendukugmu’.
Pada awalnya kakek kaget bukan main. Tapi kemudian dia terkenang pada
perkataan Dae-woong kecil yang begitu dimanja. Dae-woong kecil
mengatakan kalau karena kakek begitu kaya jadi dia tidak perlu bekerja
keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemudian kakek mengingat
Dae-woong remaja yang mengatakan kalau dia bisa saja membangun ruang
biliar dengan uang kakek. Kakek juga ingat Dae-woong yang sudah kuliah
yang meminta kakek untuk membangun perusahaan manajemen jadi dia bisa
menjadi bintang. Dae-woong mengumumkan, “Aku tidak suka hal2 rumit. Aku
ingin melakukan hal2 besar.”
Dalam konteks itu, Dae-woong yang bekerja keras untuk memenuhi
kebutuhan pacarnya bukanlah hal yang menngerikan. Malah, kakek merasa
senang pada perubahan ini. Pendengaran Mi-ho yang tajam mendengar
gumaman kakek dan mengatakan pada Dae-woong kalau seseorang sedang
membicarakannya – seseorang bangga pada Dae-woong karena rasa tanggung
jawabnya. Kemudian Dae-woong angkat tangan – itu pasti Dae-woong yang
lain.
Asisten Doo-hong mempersiapkan segalanya untuk acara audisi hari itu
dan menjelaskan pada Doo-hong tentang pilihan pemeran utama wanita. Tapi
Doo-hong malah terganggu oleh pahlawan wanita yang dia lihat malam
sebelumnya. Pada kenyataannya, Hye-in ikut casting sebagai pemeran utama
wanita dengan banyak adegan laga, tapi wanita ini mendengarkan
pembicaraan asisten Doo-hong kalau sutradara ingin memilih seorang
pahlawan wanita hebat untuk peran itu – seseorang yang memiliki rambut
panjang dan berbaju putih.
Dalam perjalanan menuju tempat audisi, Dae-woong memperhatikan kalau
Mi-ho terlihat menderita. Mi-ho menjelaskan kalau mereka melewati sungai
dan air dalam jumlah besar sangat menakutkan buat Mi-ho sebab itu
adalah kelemahannya. Dae-woong tidak bisa melakukan apa2 tentang hal
itu. Jadi dia mendekatkan Mi-ho ke tubuhnya dan menempelkan tangan Mi-ho
ke dadanya – untuk membuat Mi-ho dekat dengan manik2 serigalanya.
Mi-ho tersenyum dan menempelkan kepalanya ke dada Dae-woong serta
bertanya, “Woong, apa itu pasangan?” Dae-woong bertanya kenapa dan Mi-ho
menjelaskan, “Orang2 memanggil kita pasangan.” Ini Mi-ho dapat dari
pendengarannya yang tajam kalau penumpang bus yang lewat memanggil
mereka pasangan. Dae-woong tidak bisa terima dan mendorong Mi-ho
menjauh. Jadi Mi-ho memutuskan, “Itu pasti bukan sesuatu yang bagus.”
Dae-woong menggunakan alasan kalau dia ingin merentangkan tangannya
karena hari ini sangat panas. Jadi Mi-ho lebih baik menjauh dari
Dae-woong. Tidakkah bagus bila turun hujan yang menghilangkan panas.
Mi-ho menjawab kalau ingin turun hujan di hari yang secerah ini, maka
dia harus menangis. Dae-woong bertanya dengan sedikit terkejut apakah
Mi-ho menangis dan dia menjawab iya, “Ketika hujan turun di hari yang
crah, itu artinya aku sedang sedih.” Mi-ho mengatakan kalau dia akan
menangis karena dia begitu lapar. Dae-woong sedang dalam mood baik dan
menyarankan agar mereka berhenti untuk makan siang dalam perjalanan. Hal
ini membawa senyum di wajah Mi-ho.
Bagaimana cara Dae-woong memberi makan Mi-ho? Dia memberikan contoh
daging dari supermarket! Karena Mi-ho bukan manusia, Dae-woong berkata
pada Mi-ho kalau dia tidak perlu khawatir bila ditertawakan karena
memakan lebih dari satu sample daging. Dae-woong juga menyuruh Mi-ho
untuk memakan sebanyak yang dia inginkan. Dengan penasaran, Mi-ho
berjalan menuju gang sambil menyanyi, “Sapi! Sapi! Sapi!”
Pemburu Gumiho, Dong-joo juga ada di toko itu, menyaksikan Mi-ho.
Sambil tersenyum, dia berpikir, “Kau pasti menikmati kehidupan manusia,
Nona Gumiho.” Meskipun Dong-joo tidak mengatakannya dengan keras tapi
Mi-ho mendengar kalimat itu dan mencari-cari berkeliling pemilik suara
itu. Dong-joo melanjutkan, “Kau telah dikurung dalam waktu yang sangat
lama – dunia telah banyak berubah, benar kan?” Dong-joo menyuruh Mi-ho
untuk tidak khawatir, karena dia tidak ingin menyakiti Mi-ho sekarang…
apa artinya dia akan menyakiti Mi-ho dipertemuan berikutnya?
Dong-joo menantang Mi-ho untuk menemukan dirinya. Dong-joo penasaran
apakah Mi-ho dapat mencari dirinya di dalam keramaian. Mi-ho mengikuti
perasaannya. Dia berkeliling di toko itu lalu bertatapan dengan
Dong-joo. Pandangan ini membangunkan kenangan masa lalu Mi-ho yang telah
terkubur lama tentang penjelamaan masa lalunya. Mi-ho berjalan ke
tempat Dong-joo.
Mi-ho bisa merasakan hubungan diantara mereka tapi tidak bisa
mengenali siapa laki2 itu dan bertanya apakah dia yang memanggilnya.
Dong-joo mengiyakan. Mi-ho menyentuh wajah Dong-joo dengan tangannya dan
mengatakan, “Kau juga bukan manusia.” Sebagai gantinya, Dong-joo juga
menaikkan tangan untuk menyentuh wajah Mi-ho lalu mengatakan, “Dan kau
juga bukan gadis yang aku kenal.” Dong-joo menjelaskan kalau ada makhluk
gaib lain yang mirip dengan Mi-ho. Berikutnya, Mi-ho bertanya apakah
Dong-joo juga makhluk seperti itu.
Mi-ho menduga kalau meskipun Dong-joo memang makhluk gaib tapi dia
mungkin masih lebih kuat darinya. Tapi Dong-joo melawan Mi-ho – selagi
Mi-ho kehilangan manik2 serigalanya, Dong-joo lebih kuat dari Mi-ho!
Faktanya, Mi-ho telah melemah begitu sangat hingga dia tidak bisa
mengenali siapa Dong-joo sebenarnya. Jika Dong-joo berusaha menangkap
Mi-ho, maka Mi-ho tidak akan mampu melawan.
Mi-ho meniru sikap kekanak-kanakan Dae-woong dan menjamin bahwa
manik2nya ada di tempat yang dekat dan aman. Dong-joo bertanya pada
Mi-ho apakah dia benar2 mempercayai Dae-woong tidak akan lari atau
mengabaikannya. Dong-joo memberikan satu nasehat bijak pada Mi-ho –
jangan percaya pada manusia.
Saat Dong-joo pergi, dia berjanji akan menemui Mi-ho lagi nanti. Di
sisi lain, Dae-woong menuju ke counter kosmetik untuk berdandan selagi
Mi-ho memakan makanannya. Disana, Dae-woong menemui Hye-in. Wanita (uh,
aku nggak suka sama cewek ini. Bakal jadi pengganggu!) ini telah berubah
menjadi wanita dengan rambut panjang (karena hair extension) dan
mengenakan baju putih. Dia berharap penampilan ini bisa sesuai dengan
keinginan sutradara. Hye-in menyapa Dae-woong dengan antusias.
Karena ingat pesan Mi-ho, Dae-woong mencoba membebaskan lengannya
dari Hye-in dan wanita ini memperhatikan. Ketika Hye-in menyarankan agar
mereka pergi ke tampat audisi bersama, Dae-woong membuat alasan kalau
sebaiknya Hye-in pergi tanpa dirinya. Hye-in tidak mengerti kenapa
Dae-woong memainkan peran jual mahal tapi Hye-in kesal dengan reaksi
Dae-woong. Padahal sebenarnya, Dae-woong meratapi keputusan untuk
menyuruh Hye-in menjauh darinya.
Dae-woong kembali ke tempat daging untuk menjemput Mi-ho. Padahal
sebanarnya Mi-ho berada di atas di tempat penjualan pakaian. Disana,
Hye-in melihat Mi-ho (Mi-ho sedang menciumi jaket kulit lalu berusaha
menggigitnya). Hye-in menebak kalau Dae-woong mengabaikannya karena
Mi-ho.
Dengan gaya siap menyerang, Hye-in mendekati Mi-ho dan mengatakan
kalimat yang merendahkan tentang Dae-woong yang pergi tanpa Mi-ho.
Sebaliknya, Mi-ho justru merasakan hal yang berbeda dan yakin sekali
kalau dae-woong sedang berada di dekat sini sedang mencarinya. Mi-ho
melawan pernyataan Hye-in. Berikutnya, Hye-in mengatakan, “Dae-woong
membuatmu menunggu. Apa kau mengira aku berbohong padamu?” Mi-ho tidak
meladeni perkataan Hye-in dan dengan singkat menjawab, “Iya. Itu dia
disana.” Mi-ho menunjuk Dae-woong yang sedang berada di kejauhan. Mi-ho
lalu menambahkan dengan penuh ironi, “Kau pasti pembohong!”
Ini membuat Hye-in sangat marah dan dengan cekatan dia melakukan
gerakan menantag ke arah Mi-ho. Tapi dengan gampang Mi-ho bisa
mengalahkan Hye-in yang tentu saja hasilnya adalah Hye-in terkapar di
lantai dengan kopi melumuri pakaian putihnya. Dae-woong berlari ke sisi
Hye-in dan Hye-in menyalahkan semuanya pada Mi-ho. Hye-in benar
bersandiwara, berakting sebagai sosok yang sangat sedih dan berkata
kalau baju baru ini diperlukan untuk konsep audisinya.
Dae-woong bergerak untuk membereskan segalanya dan menyuruh Hye-in
untuk bergegas ke tampat audisinya. Dia akan mencarikan baju pengganti
untuk Hye-in dan membawanya ke tempat audisi. Dae-woong bahkan menelpon
bibi Min-sook untuk mendapatkan dana tambahan guna membeli baju baru.
Setelah membeli baju, Dae-woong bergegas ke tampat audisi dimana
Doo-hong memimpin semua kegiatan dan tidak senang pada para kontestan.
Hye-in sebenarnya sudah memutuskan memakai baju putih karena sudah
mendengar keinginan sutradara terhadap gadis tertentu yang berbaju
putih, mencoba peran utama wanita. Waktu Dae-woong sampai di tempat itu,
semuanya sudah selesai. Dia telah melewatkan kesempatannya untuk ikut
audisi.
Melalui telpon, Dae-woong mendengar kalau Hye-in melakukan audisinya
dan mencoba mengatakan kalau tidak apa bila Dae-woong melewatkan
audisinya. Padahal jelas2, Dae-woong merasa super kesal. Saat semua
kegilaan ini berlangsung, dia bahkan melupakan Mi-ho. Akan tetapi,
berkat kemampuan penciuman gumiho yang dimiliki, Mi-ho dapat merasakan
keberadaan Dae-woong. Dia sedang duduk di lobi dengan lemas.
Mi-ho tidak mengerti kalau Dae-woong menyalahkannya atas semua
kejadian yang terjadi hari ini. Dimulai dengan daging sampai kopi yang
terjatuh – Hye-in membuat segalanya terlihat kalau Mi-ho yang telah
mendorongnya dan menyebabkan bajunya kotor. Mi-ho sama sekali tidak
protes. Dengan penuh kebencian, Dae-woong menuntun Mi-ho keluar dan
sampai di dermaga ferry di sungai Han.
Pelayanan makan malam sedang dipersiapkan oleh sebuah resto di atas
kapal saat mereka sampai. Mi-ho tidak menyukainya sebab merasa tidak
nyaman karena dikelilingi banyak air dan memohon agar pergi ke tempat
lain saja. Tapi Dae-woong mengatakan dengan tegas kalau disinilah dia
ingin makan malam. Dia lalu pergi ke kamar mandi selagi Mi-ho berdiri
sendiri dimana dia berusaha menghilangkan rasa takutnya. Ketika makanan
telah siap, Mi-ho memaksa dirinya untuk ke tempat makan.
Karena di kelilingi oleh air, kesaktian Mi-ho menjadi tidak berfungsi
dan membuatnya sama sekali tidak bisa menjaga diri. Tapi dia tidak
ingin protes sebab Dae-woong sedang bad mood. Jadi Mi-ho dengan setia
menunggu. Dia sama sekali tidak bisa merasakan kalau Dae-woong keluar
kapal. Dae-woong berlari di sepanjang dermaga dan meninggalkan Mi-ho
sendirian. Mi-ho baru sadar kalau Dae-woong pergi saat dia melihat
keluar dermaga dan melihat Dae-woong menjauh.
Mi-ho menjadi takut. Dia berteriak memanggil Dae-woong. Di sisi lain,
Dae-woong tidak merasa bangga pada dirinya tapi dia mengatakan pada
dirinya sendiri kalau dia tidak peduli pada apapun yang terjadi pada
Mi-ho. Dia bukan siapa2!
Di atas kapal, Mi-ho merapatkan dirinya. Dia gemetaran. Dia menyadari
satu hal: “Dia mengabaikanku dan pergi. Dan setelah dia berjanji.”
Mi-ho mulai menangis dan langit yang tadinya cerah berubah seketika
menjadi gelap. Hujan gumiho mulai turun.
Hujan yang turun menghentikan langkah Dae-woong dan sadar apa artinya
hal ini, “Mi-ho menangis!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar